IBX592EBFFC8DD85

Penting, Jangan Abaikan Surat Perjanjian Kontrak Rumah

Mengontrak rumah memang susah-susah gampang, ya. Mulai dari mencari kontrakan yang cocok, harga yang cocok, juga kadang terkendala dengan pemilik rumah yang cocok atau tidak. Memang bukan hal besar, karena Anda akan mengontrak rumahnya saja. Namun, alangkah enaknya jika ada kecocokan antara Anda dan pemilik rumah kontrakan untuk menghindari adanya perselisihan, bukan?

Penting, Jangan Abaikan Surat Perjanjian Kontrak Rumah

Selain itu, upaya lain yang harus Anda lakukan untuk menghindari hal yang tak diharapkan ini adalah dengan surat perjanjian kontrak rumah. Jangan abaikan hal tersebut saat mengontrak rumah, ya, karena dengan surat itulah semua batasan, hak, serta kewajiban antara pengontrak dan yang pihak yang dikontrak terpapar dengan jelas.

Yuk, simak seputar surat perjanjian sewa rumah di bawah ini sampai selesai, ya!

Hal Penting yang Harus Diperhatikan
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan benar-benar dalam membuat surat perjanjian ini. Hal tersebut sebenarnya juga merupakan unsur-unsur dan perjanjian dari kegiatan mengontrak rumah tersebut.

Yang pertama adalah identitas pihak pertama juga pihak kedua, yakni pemilik kontrakan dan orang yang akan mengontrak. Identitas ini harus lengkap dan sesuai KTP, serta jelas. Misalnya seperti nama lengkap, alamat, umur, pekerjaan, dan nomor KTP kedua belah pihak. Ini wajib dilampirkan dalam surat perjanjian kontrak rumah.

Yang kedua dan harus dicantumkan dalam surat tersebut adalah harga sewa dan masa berlakunya sampai kapan. Anda harus memastikan tanggal dimulai dan berakhirnya masa kontrak sudah tertulis di dalam surat tersebut. Mengenai harga juga harus dicantumkan, misalnya berapa harga per tahunnya, pembayarannya bagaimana, adakah uang muka atau cicilan, dan sebagainya. Alamat rumah juga salah satu hal yang wajib dicantumkan, ya.

Kemudian, yang ketiga adalah mengenai perawatan rumah tersebut. Misalnya saja, apabila terjadi kerusakan, disepakati siapa nanti yang akan bertanggung jawab, apakah pihak pengontrak atau yang mempunyai kontrakan.

Begitu pula tentang kekerabatan dengan tetangga, penting juga dicantumkan dalam surat perjanjian kontrak rumah ini. Hal tersebut untuk memastikan bahwa pengontrak memang berkelakuan baik dan rumah itu memang hanya sebatas dipakai sebagai tempat tinggal saja, bukan untuk hal negatif lainnya.

Yang keempat adalah hal-hal lain seperti kesepakatan untuk membayar listrik, PDAM, dan sebagainya yang merupakan fasilitas dalam rumah tersebut. Hal ini juga wajib ada dalam surat perjanjian itu.

Kelima, hal penting yang harus ada dalam surat perjanjian kontrak rumah adalah adanya saksi. Untuk memastikan bahwa proses sewa menyewa itu jelas dan legal, maka harus ada minimal dua orang saksi. Anda bisa meminta bantuan dari ketua RT dan tetangga terdekat.

Terakhir, adanya materai, lampiran, dan tanda tangan dalam surat perjanjian juga merupakan hal yang wajib. Membuat surat sebaiknya dibuat dua lampiran supaya dipegang kedua belah pihak. Materai serta tanda tangan dari kedua belah pihak dan juga saksi juga penting sekali dalam surat perjanjian sewa ini.

Kesalahan yang Harus Dihindari Dalam Pembuatan Surat
Biasanya, ada beberapa kesalahan yang terjadi dalam pembuatan surat perjanjian sewa rumah tersebut. Misalnya, terletak pada kesalahan pengutipan. Anda harus memastikan bahwa nama yang tertera di dalam surat itu adalah nama asli yang sesuai dengan KTP atau akta kelahiran. Sedang untuk nominal angka, sebaiknya ditulis juga dengan menggunakan huruf supaya tidak terjadi kesalahan.

Kesalahan berikutnya yang sering terjadi dalam surat perjanjian kontrak rumah adalah batas waktu penyewaan. Hal ini pasti akan tercantum dalam surat tersebut, ya. Namun, kadang kala pemilik kontrakan lupa tidak memperbaruinya ketika rumah itu akan diperpanjang waktu sewanya atau berganti penyewa. Karenanya, setelah masa penyewaan habis, segeralah membuat surat yang baru dengan jangka waktu yang juga baru. Hal itu penting untuk meminimalisir kesalahan semacam ini.

Hal berikutnya yang sering dilalaikan adalah saksi penyewaan rumah. Padahal, peran saksi ini penting untuk meminimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan. Misalnya saja, seperti telat membayar uang sewa, adanya pemutusan penyewaan sepihak, sampai penggunaan rumah sewa yang tidak sesuai atau digunakan untuk hal-hal negatif.

Hak dan Kewajiban Sewa Rumah
Setelah menandatangani surat perjanjian kontrak rumah tersebut, Anda sebagai penyewa atau pengontrak juga punya hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Pertama, Anda tentu berhak menerima seluruh unit sewa seperti yang sudah disepakati dalam surat perjanjian.

Karenanya, hal ini harus tercantum dalam surat, berikut waktu disewanya. Pemilik tidak bisa mengusir Anda selama Anda mengontrak rumah tersebut, tidak boleh juga menjualnya atau memutus secara sepihak.

Kemudian, Anda sebagai pengontrak juga berhak mendapatkan kenyamanan. Ketentraman dan keamanan juga menjadi hak Anda selama mengontrak rumah tersebut. Ini tentu dilihat dari lingkungan, masyarakat, dan keadaan rumah itu sendiri seperti yang sudah tertera dalam surat perjanjian.

Selain hak tersebut, tentunya Anda juga punya kewajiban sebagai pengontrak. Kewajiban itu misalnya, Anda harus membayar sewa kontrak dengan tepat waktu dan sesuai yang tercantum dalam surat perjanjian kontrak rumah yang sudah Anda tanda tangani.

Kemudian, kewajiban lainnya adalah menggunakan rumah kontrakan tersebut sesuai dengan kegunaannya. Artinya, Anda tidak diperkenankan mengubah fungsi dari rumah kontrakan tersebut, misal dengan mengubahnya menjadi toko. Anda juga harus menjaga rumah kontrakan tersebut dari kerusakan yang bisa terjadi, serta selalu menjaga kebersihannya.

Kewajiban selanjutnya bagi Anda adalah membayar semua tagihan atau fasilitas yang ada di rumah kontrakan yang Anda gunakan. Misalnya pembayaran air, listrik, dan telepon.

Itu dia ulasan tentang pentingnya surat perjanjian kontrak rumah. Semoga bermanfaat!
Penting, Jangan Abaikan Surat Perjanjian Kontrak Rumah | Putri | 5